Its Not About Us

"Jangan pernah menyulut api jika kamu tidak ingin terbakar" kalau tidak salah bunyinya seperti itu. Pepatah yang tak pernah kuindahkan tapi seharusnya penting. Ya kalian bisa tebak aku berada dalam keadaan apa? Belum?.
Aku terjebak dalam sebuah permainan yang kumainkan sendiri. Ya aku tau kok posisi kita seri. Bukankah dengan seri bagus? Karena kita memiliki perasaan yang sama? Justru itu masalah besar. Awalnya hanya sebuah permainan perasaan singkat. Tapi permainan ini malah memakan 4 manusia. Aku dan kamu. Dia dan dia.
Mana mungkin aku tega menyakiti perasaan temanku sendiri. Walau aku sempat merasakan betapa sakitnya saat bercerita tentangmu. Ngilu. Hey aku bukan psikopat, ingat itu. Salah satu jalannya hanya diam. Dan bisakah kamu tutup mulut? Dengan kau menggembar-gemborkan masalah ini, itu malah membuat keadaan semakin kacau.
Jujur saja aku miris. Temanmu, setiap hari aku harus melihat wajahnya tekuk. Ah apakah dia cemburu? Sepertinya begitu. Temanku, dia kecewa. Kamu tau karena apa? Kita. Kalau sudah lihat begini kamu masih mempertahankan egomu? Bodoh. Main saja kau sendiri. Gak peduli kita seri, kalah, menang yang jelas aku sudah tidak ingin menyakiti orang. Orang tuaku tidak mendidikku menjadi psikopat. Camkan.

0 comments:

Post a Comment