on
Remaja adalah peralihan antara anak-anak dan masa dewasa, karena itu, pada masa remaja inilah identitas pertama kali dibentuk, menjadi seperti apakah dirinya, dan bagaimanakah kita.
Masa-masa remaja bisa juga disebut sebagai masa dimana kita mulai mengenal lawan jenis dan mulai kenal istilah pacaran. Namun, karena kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh globalisasi akhirnya remaja terpaksa harus menjalani gaya berpacaran yang cenderung negatif.

1. Suka berpacaran berduaan di area yang gelap

Berpacaran di tempat yang gelap, apapun alasannya sudah barang pasti negatif, karena pacaran ditempat yang gelap ketika tak ada seorang pun yang memantau mereka berduaan, yang jelas orang ketiga adalah setan.
Banyak muda-mudi yang menikmati aktifitas ini karena terpengaruh dengan hawa nafsu mereka, terdengar klasik memang, namun hal ini sangat berbahaya jika dilihat dari segi moralitas, sosial, psikologi, bahkan kesehatan. Karena apabila perbuatan pacaran di tempat gelap itu telah terlalu jauh menjurus ke hubungan intim pra-nikah, maka tinggal pilih, mau hamil dan buat malu keluarga, terserang penyakit menular seksual, atau rusak secara moral?
2. Saling menempelkan jari yang telah berdarah karena sebelumnya dilukai oleh benda tajam.
Tren ini sempat populer dan diangkat sebagai salah satu adegan di video klip agnes monika yang berjudul tanpa kekasihku, adegan yang dimulai dengan sepasang kekasih menusukkan ujung jari telunjuk mereka dengan benda tajam, yang diikuti dengan saling menempelkan kedua jari itu, bertatapan, diakhiri dengan ciuman bibir mesra.
Sebuah hal yang bisa dibilang romantis, tetapi coba dipikirkan lagi, se-efektif apakah adegan itu di kehidupan nyata dalam menjamin utuhnya hubungan anda dan seberapa amankah anda dari penyakit yang menular melalui cairan tubuh seperti aids, hepatitis, dll karena melakukan adegan kurang bermanfaat itu?
3. Cewek Lukai tangannya untuk mengukir nama pacarnya di Tangan menggunakan benda tajam
Yang ini lebih sesuatu banget, cewek atau cowok lukai tangannya untuk mengukir nama pacarnya demi menunjukkan kesetiaan dan rasa cinta abadi? bgus-bgus kalo namanya cuma "Adi" "asep" . Nah kalau nama cowoknya itu: “Teguh budi asep parjo ingin bersamanya celalu dalam duka dan suka walau badai menghadang” ? nah bisa bayangin tuh gimana nasibnya tangannya? -_-
4. Berpacaran di kamar
Nah kalo yang ini pasti kalian bisa nebak sendiri kalau lawan jenis berduaan di dalam kamar itu ngapain aja. masak sih main playstation atau main ular tangga? pasti nghhhhh... -_-
5. Memasang foto mesra berlebihan di jejaring sosial
Memasang foto mesra dengan pasangan boleh-boleh saja, misalnya di tempat terlihat normal.
Namun kalau foto anda (sorry agak vulgar) kissing atau bahkan melakukan hal yang lebih dari itu anda publish juga di media sosial? Atau mungkin saat kalian berpelukan diatas kasur atau bahkan lebih? nah looo!
6. Memasang status hubungan yang berlebihan di facebook
Tidak salah memang jika memasang status “marriage” atau menikah di facebook, padahal anda belum menikah dengannya secara resmi. Namun, sesungguhnya hal itu bisa menimbulkan judge negatif dari masyarakat, opini bisa berkembang menjadi anda sudah “ngapa-ngapain” dengan kekasih anda.
Selain itu status palsu ini akan membuat anda malu ketika tiba-tiba putus dari sang kekasih, tentunya ini akan menimbulkan cemoohan publik facebook.
Yang wajar dan jujur sajalah, status masih pacaran ya tulis saja berpacaran.
7. 82 persen remaja Indonesia pernah berciuman
Ini nih yang paling umum dan sekarang sudah menjadi hal biasa. padahal ini dosaaaaa besaar bro! -_- bayangin aja ya sekarang juga banyak anak rata-rata usia 12 tahun sudah melakukan pacaran. katanya sih itu demi cinta! haa cinta! cinta ga kayak gitu kaliiii >< berciuman itu juga dapat menimbulkan banyak penyakit, contohnya aids.
Menurut survey kesehatan reproduksi yang dilakukan BKKBN, usia tersebut jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan 10 tahun lalu. Anak kelas enam SD saat ini, sudah tidak segan lagi memadu kasih.
Sekitar 92 persen remaja yang berpacaran, saling berpegangan tangan. Ada 82 persen yang saling berciuman. Dan, 63 persen remaja yang berpacaran, tidak malu untuk saling meraba (petting) bagian tubuh kekasih mereka yang seharusnya tabu untuk dilakukan. haduh duuuh.. yang cewe jangan mau digituin dong!
Ada perbedaan gaya pacaran remaja sekarang dengan dulu. Remaja saat ini lebih permisif untuk melakukan apa pun demi  “cinta”. Semua aktivitas itu yang akhirnya memengaruhi niat untuk melakukan seks lebih jauh.
Menurut Maria, seks bebas ini membuat angka penderita HIV/AIDS di kalangan remaja meningkat tajam. Ada peningkatan 700 persen dari jumlah antara tahun 2004 hingga 2010, dari awalnya 154 kasus menjadi 1.119 kasus. Diperkirakan, penyebab utama remaja mengenal pornografi adalah dari teve, internet, dan kebebasan berlebihan yang diberikan pada anak di lingkungan keluarga.
 
 8. Wanita Menyerahkan keperawanannya sebagai tanda cinta dan percaya kepada pasangannya.
Ini merupakan puncak dari tren gaya berpacaran yang negatif. Memang terdengar cukup tak bisa dipercaya, namun inilah realita yang tengah terjadi di masyarakat dan sudah ada buktinya.
Banyak wanita yang terkecoh oleh rayuan gombal cowoknya bahwa jika ia memang percaya dan cinta kepada cowoknya itu, maka ia harusnya tak ragu lagi “menghadiahkan” mahkotanya itu kepada sang pacar.
Wanita haruslah lebih kritis dalam hal ini, come on girls, be smarter! masa iya hal yang paling istimewa yang harusnya diserahkan hanya untuk suaminya kelak yang menempuh berbagai persyaratan dan pengorbanan untuk mendapatkan cintanya itu harus lebih dulu diserahkan kepada cowok yang belum jelas asal-usulnya kelak?
Karena itu, diharapkan peran orang tua harus lebih maksimal, bukan dengan melarang ini dan itu, tetapi merangkul dan menjalin komunikasi dengan baik kepada sang anak, niscaya anak yang menginjak usia remaja akan terhindar dari perilaku berpacaran negatif ini.

Miris banget yaa ngelihat gaya pacaran jaman sekarang. Bukannya aku munafik, aku cuma ngeshare ini aja, bukan niat menggurui. Semoga dengan artikel ini yang bersumber dari beberapa artikel dapat bermanfaat bagi kalian. oh ya mulai sekarang ayo kita berpacaran dengan positif ajadeeeh, emang sih masa remaja emang masa labil-labilnya kita, tapi bagaimanapun juga kita harus berpikir jernih buat masa depan! Masa depan kita masih panjang kawan! Wujudkan generasi yang berkualitas kawaaan :)))

0 komentar:

Poskan Komentar