Selalu Bersyukur

Hargailah sesuatu.. gampang sih kalau diomongin tapi kalau dilakukan gimana? pasti susah-susah gampang. Sebagian besar dari kita yang kurang menghargai sesuatu. Kali ini aku sedikit cerita tentang pengalamanku sendiri. Ngga muluk-muluk sih, tentang kehidupan. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi.

1. Banyak anak-anak jaman sekarang yang merengek ke ortu mereka buat minta ini itu. "Ma beliin aku itu" "Pokoknya kalau ngga dibeliin aku ngga mau makan" "Emang dasar mama dan papa itu pelit" blablabla... Ya sebenarnya aku dulu juga begitu tapi seiring berjalannya waktu serta bertambah usia aku semakin mengerti. Aku punya tetangga dia punya cucu masih batita. Umurnya sekarang 7 bulan. Udah ngerti sama yang namanya mainan. Orang tuanya itu kerja di pabrik tapi gajinya nggak mesti alias ga rutin kerjanya tuh cuma 2-3 hari doang. Pokoknya gajinya pas-pasan gitu deh. Nah si kakeknya itu pengepul rosokan. Aku sering main ke rumah beliau. Sekedar ingin bercanda dengan cucunya (Hisyam namanya) dan melepas suntuk karena aku termasuk anak tunggal jadi ga ada hiburan adik di rumah. Suatu saat aku tidak sengaja mendengar obrolan ibuku dan Nenek Hisyam tentang kondisi keuangan keluarga Hisyam. Aku kasian kalau lihat Hisyam ngga punya mainan. Mainan pun dari rosokan yang dipilah oleh kakeknya. Pengen sih beliin tapi pake uang apa? ya semoga saja aku bisa beliin dia. Oke kembali ke cerita, jadi mainan Hisyam itu cuma sedikit. Dia cowok tapi mainan boneka. Dan kamu tau? boneka mainan yang masih awet. Mainan lainnya ya balon. Kalau kempes ya ditiup lagi. Tapi Alhamdulillah untuk pakaian Hisyam tercukupi. Setelah itu aku mendengar bahwa gaji orang tua Hisyam pas-pasan untuk beli susu Hisyam. Aduhh aku jadi sedihh.
Jadi apa yang kalian dapat dari ceritaku di atas? Ya aku tau sih masih banyak yang kurang mampu dari cerita keluarga Hisyam. Bukannya sok menggurui hanya ingin mengajak kalian merenung sejenak. Sebagai anak ga sepatutnya kita harus menutut, fitrah manusia memang jika ingin lebih dan lebih. Tapi kalau nurutin kengininan kapan kita belajar bersyukur? Cobalah untuk bersyukur, aku yakin dengan bersyukur Allah akan menambah nikmat kita. Mungkin saat ini kita tidak bisa mendapatkannya tapi bagaimana suatu saat? Bisa saja kita mendapat yang lebih. Tentunya disertai kerja keras. Karena hasil berbanding lurus dengan kerja keras.

2. Cerita sederhana tentang makanan. Ketika kamu melihat meja makan dengan nasi dan sebuah tempe tahu apa yang terfikir dibenakmu? Ada yang berfikir :
a. "Aduh makanannya ga enak"
b. "Yaelah kok cuma gini sih"
c. "Alhamdulillah hari ini ada persediaan makan"
d. "Syukurlah aku bisa makan enak"
Yang manakah fikiran kalian? Atau kalian memiliki fikiran lain?
Memang ga banyak tapi lumayan banyak lah yang masih mengeluh akan hal makanan. Hayo siapa yang biasa mengeluh? Mari kita berfikir panjang sedikit saja. Kalian adalah orang yang beruntung! Coba lihat disana, mereka yang tidak bisa makan, mereka yang rela mengasis tong sampah demi sebungkus nasi bekas atau mereka yang puasa karna tak sanggup membeli makanan.
Ada seseorang kita sebut saja X. X adalah orang yang mampu. Bukan kaya loh ya, mampu. Tapi dia adalah orang yang pilih-pilih dalam hal makanan. Makanan enak ataupun nggak tetep bilang ngga enak dengan alasan "Aku ngga enak kalau ga makan bareng-bareng atau sama temen" terus kamu bakal nyuruh temen kamu makan sama kamu selamanya? Ayolah berfikirlah jernih. Makan ngga makan sebenernya terserah kamu yang jadi masalah kalau makanan itu ngga ke makan justru ke buang? duhduhduh itu mubazir namanya. Misalnya nasi goreng 1 piring harganya 7000 terus kamu gamau akhirnya kebuang. Mubazir kan? coba itu dipegang sama mereka yang kurang mampu pasti dihemat. Nah ya ayolah kita lebih bersyukur dan berhemat selagi kita masih bisa. Kalau misalnya kita makan terus ngga habis, ya bisa kan makanannya dikasih ke hewan. Atau bisa juga nasinya dikeringkan terus dijual. Ya itu sedikit menghemat. Intinya berhentilah untuk mengeluh dan belajar bersyukur.

Oke segitu aja yang bisa aku sampaikan. Semoga menjadi motivasi. Jika ada yang tersinggung saya mohon maaf lah. Jika ada kalimat yang salah mohon dikoreksi. TY :)

Reactions:

0 comments:

Post a Comment