Untukmu Bunda

Bunda..
Disetiap garis kerut wajahmu
Tersimpan berjuta deritamu
Tersimpan kecewa akan tingkah polah kami
Kenakalan kami yang selalu membuatmu merintih
Namun kau tetap ukir senyum
Sembunyikan segalanya

Bunda..
Kau laksana rembulan
Yang menerangi kami disaat gelap
Memeluk kami disaat rapuh akan ganasnya kehidupan
Menompang kami dan memberikan semangat dalam berbagai cobaan hidup
Kau selalu ada untuk kami
Tak nampak molekul terkecil
Keluh kesah hatimu untuk tetap memberikan motivasi bagi kami semua
Kata-kata sukses selalu keluar dari bibir manismu

Betapa besar jasamu, tak dapat diungkap kata
Andaikan air laut sebagai tinta
Bahkan seisi bumipun tak cukup sebagai tinta
Untuk menuliskan jasa-jasamu

Bunda..
Kami memang bukan penyair hebat
Kami tidak pandai merangkai larik-larik bermajas
Kami juga tidak mampu menyusun huruf-huruf lembut
Meliuk menjadi puisi indah
Kami hanya mampu membalas kasih sayangmu
Yang selama ini menyiram sanubari
Memberi kesejukan disekujur kalbu

Meskipun kami tak lahir dari rahimmu
Kami semua akan selalu mencintaimu
Walau harus bumi terbelah atau angin menyeret tubuh kami
Engkau adalah ibu ke-2 bagi kami

Bunda, kami tau
Kami hanyalah anak manusia yang berserak dihamparan zaman
Yang mengikuti kemana takdir berhembus
Hingga mungkin waktu melapukkan batu, membuat bunga layu
Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita angankan
Tapi kau selalu memompa semangat kami
Engkau pernah berkata “Jangan mudah putus asa perjalanan kalian masih panjang, kalian anak-anak hebat”
Kau selalu mendorong kami menantang congkaknya kehidupan
Menendang kikirnya waktu

Engkau wanita hebat Bunda!
Engkau selalu mengingatkan kami atas kebesaran-Nya
Atas segala nikmat yang diberikan-Nya
Menyuruh kami selalu mengingat dan berdoa kepada-Nya

Engkau juga mengajarkan kami untuk menjadi wanita hebat
Wanita cantik bermartabat
Dan laki-laki penuh tanggung jawab
Darimu kami belajar, darimu pula kami mengerti

Bunda , maafkan semua kesalahan kami
Maafkan atas keegoisan ini
Maafkan atas segala rengekan yang sering terlontar dari mulut ini
Maafkan segala kenakalan yang sering membuatmu terluka

Terimakasih Bunda atas segala peluhmu
Yang setia menjaga, memeluk kami
Yaa Allah kasihanilah bunda kami
Kami hanyalah sekelompok manusia yang lemah
Yaa Allah Yaa Rahim sayangilah beliau
Seperti beliau menyayangi kami

Bunda, kami semua mencintaimu
Semoga Allah mencium Bunda
Dalam taman terindah-Nya kelak
Reactions:

0 comments:

Post a Comment