sekolahku SMPN 4 SIDOARJO

haii, apa kabar? kali aku mau cerita about my school , my school is junior high school 4 sidoarjo atau yang biasa disebut SMPN 4 Sidoarjo. meskipun sekolahku sekolah deket pasar bukan berarti sekolahku kumuh lohh.. SMPN 4 Sidoarjo pada tahun 2011 kemarin malah memenangkan LLSS (Lomba Lingkungan Sekolah Sehat) se-kabupaten Sidoarjo dan pada tahun ini akan mewakili kabupaten Sidoarjo untuk mengikuti LLSS tingkat provinsi. wow! sebuah kebanggaan tersendiri bisa sekolah di SMPN 4 Sidoarjo.
hmm.. daripada kita ngomong aja, yuk kita keliling SMPN 4 Sidoarjo, lewat foto aja dulu tapi hehehe.. tapi maaf yaa kurang lengkap soalnya kalian tahu kan betapa luas dan spektakulernya sekolahku ini wkwk
langsung masuk ke gerbang aja deh !
setelah masuk gerbang kita sudah disuguhi dengan taman yang hijau dan bersih, hmm.. udara jadi segar banget.. kayak ga ada polusi hehe
 kalo tadi udah disuguhi taman disebelah kanan sekarang kita sudah disuguhi air mancur dengan taman yang bagus. dan ada ikannya loh di air mancur hehe.. apalagi disebelah air mancur ada tempat duduk, enak banget tuh kalo buat bersantai
jeng..jeng..jeng.. ini dia masjid Al-Hasyim yang sekarang masih dalam proses pembangunan, bagus kan? meskipun belum terbentuk sempurna haha

di depan masjid ada proses pembangunan aula SMPN 4 Sidoarjo yang diprediksi akan selesai pada akhir tahun 2012 ini, wow sesuatu banget yah..


oke kita sekarang sudah mulai masuk ke dalam, atau ke lapangan. luas banget ya lapangannya? disitu ada lapangan basket dan lapangan bulu tangkis.


ini dia ruang sirkulasi atau biasa disebut ruang relief, bagus kan gambarnya?

ini dia yang paling sesuatu ,yaitu cafe pink yang sekarang kayaknya udah ganti jadi cafe ijo hahaha. disini nih biasanya anak-anak SMPN 4 Sidoarjo ngumpul kalo lagi jam istirahat, di belakang cafe ada joglo ijo yang biasanya buat ekskul atau ngumpul-ngumpul kalo lagi jam istirahat. disebelah kanan ada kopsis dan kantin yang jual makanan dan lain-lain. lengkap deh pokoknya.
ini ketika lomba bulan bahasa di SMPN 4 Sidoarjo, jadi kami keluar hehe.. fotonya buram yaa? iya soalnya itu fotonya pake hape temenku. aku yag berdiri paling kiri ituloh wkwk

btw, udah dulu yaa capek nih habis keliling-keliling SMPN 4 Sidoarjo, nanti cerita selengkapnya kita lanjutin di sekolahku SMPN 4 Sidoarjo di part selanjutnya yaa..byebye..

Pentingkah Lingkungan Sekolah Sehat?



Kesehatan sangatlah penting. Tidak hanya pola makan, jasmani, dan rohani saja, tetapi juga lingkungan sekitar.
Menurut penelitian UNESCO pada tahun 2009 di beberapa sekolah di Negara Eropa, sudah digalakkan kesadaran akan pentingnya lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman untuk proses belajar mengajar. Bahkan saat ini Indonesia telah menggalakkan kesadaran akan pentingnya sekolah sehat. Dimana kesehatan itu sendiri bukan hanya melakukan olahraga secara rutin atau menjaga pola makan saja, tetapi juga menanamkan kesehatan dilingkungan tempat tinggal siswa.
Sekolah sehat tidak harus selalu melalui pendidikan formal, namun lebih cenderung untuk menciptakan budaya sehat yang bisa dilakukan atau diaplikasikan oleh penduduk sekolah tersebut yang nantinya akan dapat berimbas pada lingkungan masyarakat.
Di kabupaten Sidoarjo sendiri sudah diadakan LLSS (Lomba Lingkungan Sekolah Sehat) yang pada tahun 2011dimenangkan oleh SMPN 4 Sidoarjo dengan menyisihkan 100 SMP swasta dan 44 SMP Negeri. Pada tahun 2012 ini rencananya SMPN 4 Sidoarjo akan mewakili Kabupaten Sidoarjo untuk mengikuti LLSS tingkat provinsi. Sekolah seluas kurang lebih 5 hektar ini juga telah mencanangkan sebagai sekolah “Green and Clean” dan berusaha untuk menciptakan lingkungan sekolah sehat, nyaman, dan konduktif.
Kriteria utama dari sekolah sehat yaitu : adanya program pendidikan dan pelayanan kesehatan, makanan sehat dan bergizi, pendidikan olahraga, pendidikan mental, serta program lingkungan sekolah sehat dan aman. Lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan kondusif diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa.

Sumber          :


Mengapa Mereka Lebih Percaya Negara Lain?

 Pelajaran PKn di sekolahku kemarin membahas tentang ‘upaya bela negara’. Pasti dipikiran kalian sekarang seorang TNI yang mengangkat senjata. Tidak hanya itu. Banyak sekali cara-cara membela negara baik fisik maupun non fisik. Jika fisik semua yang berhubungan dengan mengangkat senjata sedangkan non fisik bisa pengabdian sesuai profesi, mengikuti upaca bendera dengan baik dan lain-lain.
Ketika pelajaran tersebut, guru saya menyuruh kami untuk presentasi. Yah kalian pasti tau kan kalau presentasi pasti ada tanya jawab? Hal yang masih menyangkut dipikiranku adalah temanku yang bertanya seperti ini “bagaimana tentang warga negara Indonesia yang ada diperbatasan yang lebih bergantung pada Malaysia?” sebenarnya aku masih terlalu bingung dengan pertanyaannya. Mungkin maksudnya kenapa warga Indonesia yang lebih memilih untuk bersekolah di Malaysia? Menurut saya ada beberapa faktor yang mengakibatkan itu terjadi. Diantaranya :

1.       Korupsi adalah salah satu faktornya. Korupsi menghabiskan uang negara (merugikan negara) yang mengakibatkan negara menjadi tidak sejahtera, penduduk semakin miskin bahkan untuk bersekolah saja susah. Apalagi diwilayah perbatasan, rakyat sudah miskin sekolah pun jaraknya sangat jauh. Bahkan guru ada yang mengajar satu bulan sekali.
2.       Jarak sekolah yang sangat jauh. Diwilayah perbatasan pendidikan tidak dipedulikan. Bayangkan saja,pernah saya mendengar berita ditelevisi bahwa sekolah yang aktif hanya di kabupaten saja. Yang di desa itu seperti sudah tak layak untuk dijadikan sebuah tempat belajar mengajar. Fasilitas yang kurang memadai dan guru yang hanya datang sebulan sekali. Jika ini terus terjadi bagaimana generasi muda bangsa ini? Sedangkan negara tetangga sudah memberi iming-iming fasilitas yang bagus dan pendidikan yang layak dan gratis.
3.       Kurangnya kepedulian pemerintah. Kita saja jika tidak dipedulikan saja marah apalagi mereka? Mereka membutuhkan pendidikan, fasilitas yang layak. Jangankan pendidikan, didaerah perbatasan saja listrik tidak ada. Gelap, hanya itu yang mereka rasakan setiap hari. Padahal negara tetangga sudah terang benderang. Pantas saja jika warga negara kita tergiur untuk menjadi warga negara tersebut dan rela melepas kewarganegaraan Indonesia.
4.       Nilai rupiah lebih rendah daripada ringgit. Masyarakat lebih cenderung suka berjualan di negara tetangga daripada negara sendiri, selain karena mayoritas penduduk sekitar berpenghasilan rendah / miskin ada faktor lain yaitu nilai rupiah lebih rendah daripada ringgit, otomatis nilai pendapatan akan lebih tinggi.

Dari faktor-faktor yang saya sebutkan tadi sebenarnya masih banyak sekali faktor lain yang belum bisa saya sampaikan sekarang. Kata guru saya, saat ini pemerintah berusaha untuk mengganti otonomi daerah yang tidak hanya dipusat saja tapi juga di daerah-daerah agar kesejahteraan masyarakat dapat terorganisir.

Wanita Pada Zaman Sekarang

               Pada zaman dahulu (sebelum datangnya islam) wanita sangat hina dan nista. Keberadaannya sangat tidak dihargai , dan hanya digunakan untuk barang dagangan saja. Setelah islam datang, islam memberikan aturan-aturan yang senatiasa memuaskan akal yang sesuai dengan fitrah manusia.
                Jika kita lihat pada zaman sekarang, sepertinya wanita kembali pada zaman dahulu. Berita-berita sekarang kelihatan semakin heboh dengan berbagai berita didunia ini, bahwa wanita hanya dijadikan layaknya barang dagangan saja. Di zaman serba modern ini budaya barat dengan gampangnya masuk ke Negara kita tanpa ada batasan. Bahkan setiap hari dan setiap saat kita disuguhi oleh tontonan dan bacaan yang berbau seksualitas yang ditemukan dengan bebas dalam iklan, film, majalah, sampai video klip. Padahal kita semua tahu bahwa yang melihat televisi bukan hanya orang dewasa saja. Anak-anak juga banyak yang melihat, kakek-kakek dan nenek-nenek ada juga yang melihatnya.Disebagian pabrik dan industri saja juga memasang gambar –gambar yang tak patut untuk diperlihatkan sebagai alat pemasaran barang-barang atau produk-produknya.
                Jika ini terus berlanjut, mau jadi apa Negara kita? Ini malah akan merusak generasi muda negeri ini. Mereka malah akan cenderung menyukai hal-hal tersebut daripada belajar dan berusaha untuk memajukan negeri ini.
                Oleh karena itu, norma etika agama merupakan benteng terakhir / paling berpengaruh untuk membendung arus budaya seksualitas media. Secara tidak sadar, kita semua sering terjebak oleh pendapat “modernisasi” sebagai intisari kemajuan. Padahal modernitas adalah perubahan secara halus dan pemutusan secara perlahan terhadap tradisi suatu bangsa. Jadi, sebenarnya sajian media yang disuguhkan itu bukan hanya berisi tentang informasi dan hiburan saja, tapi juga pengaburan budaya kita sebagai orang timur dan seorang muslim. Tapi itu juga bukan berarti kita harus menjauhi media, artinya kita juga butuh media, kita harus mengontrol nafsu kita agar tidak terjebak dalam suatu lubang keburukan.
               Saya disini bukan menggurui atau apa, saya hanya ingin menyampaikan kepada pembaca realitas hidup seorang wanita pada zaman sekarang. Jika mungkin di artikel saya ada kata-kata yang menyinggung pembaca saya mohon maaf sebesar-besarnya dan terima kasih.

sumber :
Hidayat Wahyu.2008.Menjaga kesucian wanita muslim.Sidoarjo:kelompok MASmedia Buana Pustaka

How To Make “Ketupat” From Ribbons


How To Make “Ketupat” From Ribbons
Materials :
 - Two ribbons
 - a scissors
Steps          :
1. First, prepare two ribbons
2. Second, wrap the ribbon on the left hand upwards
3. Third, wrap the wrap the ribbon      
4. Next, insert ribbons one by one under the right hand down into the other to form a square
5. Then, insert with twist motion         
6. After that, close neatly
7. Finally, “ketupat” ready for display