LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA UJI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Oleh Kelompok 5 :


  Dahlia Sylviana P
Lutfi Anggi Dwi A
Miftakul Farid
Reza Nanda T
Yenny Rokhmawati

SMA MUHAMMADIYAH 3 TULANGAN
JANUARI 2014



Tanggal Praktikum
Kamis, 16 Januari 2013

  Tujuan
Menguji hantaran listrik melalui larutan
Mengidentifikasi larutan elektrolit dan non elektrolit

Dasar Teori
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Sedangkan larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. Daya hantar listrik larutan adalah kemampuan larutan untuk menghantarkan listrik.
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi ? = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion.
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sebagian (derajat ionisasi ? << 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion. 

Alat dan Bahan

Alat
Bahan
1.      2 baterai besar
2.      1 lampu
3.      Kabel + dan –
4.      Penjepit buaya + dan –
5.      Kertas amplas
6.      2 katoda baterai besar
7.      Triplek
1.      Air hujan dan air aki
2.      Air gula (4 sendok)
3.      Air garam (garam kotak)
4.      Air sabun (4 sendok deterjen)
5.      Asam cuka
6.      Urea (3 sendok)
7.      Alkohol 70 %

Cara Kerja
1) Rangkailah alat penguji elektrolit.
2) Periksalah apakah alat penguji elektrolit dapat bekerja dengan baik atau tidak jika kedua    elektroda dihubungkan, lampu dapat menyala.
3) Masukkan salah satu larutan yang akan diuji kekuatan daya hantar listriknya dengan 2 buah katoda ke dalam gelas beker hingga setengahnya. Perhatikan jangan sampai bersentuhan.
3) Catat dan periksalah apa yang terjadi pada alat prngujinya, apaka lampu menyala atau padam, memiliki gelembung atau tidak.
4)Bersihkan kedua katoda / elektroda tersebut dengan amplas.
      5) Ulangi kegiatan 3 - 5 sampai semua larutan teruju. .
  Pembahasan
Hasil Pengamatan Kelompok Kami :
No
Bahan
Rumus
Pengamatan
Jenis Elektrolit
Lampu
Elektroda
1
Air hujan
-
Redup
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit
2
Air garam
NaCl
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
3
Air gula
C12H22O11
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit
4
Urea
CO(NH2)2
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
5
Asam cuka
CH3COOH
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
6
Etanol (alkohol)
C2H5OH
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit
7
Asam sulfat (air aki)
H2SO4
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
8
Air sabun
-
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
9
Amonia
NH3
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit
10
Asam klorida (HCl)
HCl
Redup
Ada gelembung
Elektrolit lemah
11
Akuades
-
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit


Hasil Pengamatan yang Benar :
No
Bahan
Rumus
Pengamatan
Jenis Elektrolit
Lampu
Elektroda
1
Air hujan
-
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit
2
Air garam
NaCl
Terang
Ada gelembung
Elektrolit kuat
3
Air gula
C12H22O11
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
4
Urea
CO(NH2)2
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
5
Asam cuka
CH3COOH
Redup
Ada gelembung
Elektrolit lemah
6
Etanol (alkohol)
C2H5OH
Tidak Menyala
Ada gelembung
Elektrolit lemah
7
Asam sulfat (air aki)
H2SO4
Terang
Ada gelembung
Elektrolit kuat
8
Air sabun
-
Terang
Ada gelembung
Elektrolit kuat
9
Amonia
NH3
Redup
Ada gelembung
Elektrolit lemah
10
Asam klorida (HCl)
HCl
Terang
Ada gelembung
Elektrolit kuat
11
Akuades
-
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
Non-elektrolit



Dari hasil uji coba, dan tabel diatas, diperoleh data sebagai berikut :

1) Air hujan seharusnya non elektolit karena, tidak ada gelembung saat diuji dan lampu tidak menyala, akan tetapi dalam uji larutan yang kami lakukan lampu menyala redup, ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor atau bahkan salah. 
2) Air garam seharusnya lampu menyala terang dan memiliki gelembung yang banyak dan termasuk elektrolit kuat, namun dalam percobaan yang kami lakukan larutan tidak menyala tetapi ada gelembung dan tergolong elektrolit lemah, ini mungkin terjadi karena kesalahan pada alat uji elektrolit kami.
3) Air gula termasuk elektrolit lemah, lampu tidak menyala dan memiliki gelembung, akan tetapi praktikum yang kami lakukan menunjukkan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung, ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor atau bahkan salah.
4) Asam cuka seharusnya lampu menyala redup dan ada gelembung, namun hasil dari uji larutan kami menunjukkan lampu tidak menyala, ini mungkin terjadi karena kesalahan / kerusakan alat uji larutan.
5) Etanol (alkohol) seharusnya lampu tidak menyala, ada gelembung akan tetapi hasil uji larutan kami lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung. Mungkin ini terjadi karena kesalahan alat atau alat uji kami kotor.
6) Asam sulfat (air aki) sebenarnya lampu menyala terang dan ada gelembung, akan tetapi uji larutan yang kami lakukan menghasilkan bahwa lampu menyala redung. Mungkin ini dikarenakan alat uji kami yang kurang bersih.
7) Air sabun pada dasarnya lampu menyala terang dan ada gelembung, akan tetapi hasil praktikum kami menunjukkan lampu tidak menyala. Mungkin terjadi karena kesalahan pada alat uji elektrolit kami.
8) Urea  termasuk elektrolit lemah, lampu tidak menyala namun ada gelembung.
9) Amonia seharusnya lampu menyala redup dan ada gelembung, akan tetapi hasil praktikum kami menunjukkan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung. Ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor atau bahkan salah.
10) Asam klorida seharusnya lampu menyala terang dan ada gelembung, akan tetapi hasil praktikum kami menunjukkan lampu menyala redup. Ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor atau bahkan salah.
11) Akuades termasuk larutan non elektrolit karena lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung.

Daftar Pustaka

Imuzcorner(2012). Penulisan Daftar Pustaka yang Benar. From : http://www.imuzcorner.com/2012/11/penulisan-daftar-pustaka-yang-benar.html
Wanibesa(2011). Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. From : http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/18/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit-2/
Wanda Aziizah Rahayu(2013). Laporan Uji Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. From :   http://wandaaziizah.blogspot.com/2013/03/laporan-uji-larutan-elektrolit-dan-non.html

IS THERE DIFFERENT BETWEEN “SILATURAHMI’’ AND “SILATURAHIM’’ ???

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuhu..

IS THERE DIFFERENT BETWEEN “SILATURAHMI’’ AND “SILATURAHIM’’  ???

The answer is yes. There is different between silaturahim and silaturahmi.

Silaturahmi is source from silah and rahmi . silah is lenghten and rahmi is pain suffered by the mother during labor

Silaturahim is source from silah and rahim . silah is lenghten and rahim is affection

So,silaturahim is the right.

Rosulullah saw said : “called silaturahim it is not someone who responds to a visit or a gift, but silaturahim connect what has been broken
 
ROSULULLAH advised the muslims to maintain the friendship.
In the words of the
muhammad: "do you know about something the fastest for good or evil? 'Something fastest for good,' saying of the ROSULULLAH SAW, 'is the reward (reward) those who do good and connecting rope friendship, while the fastest is to bring disrepute reply (TORTURE) for those who do evil and who decides kinship "(reported by ibn majah)

Rosulullah SAW give us way to keep affection between muslim  are :

1.Sprinkle peace

2.Connecting rope friendship

3.Give food to the human who need

ROSULULLAH SAW also said ,:” love what is on the face of the earth, allah will love you and the worlds. "(H.R tirmidhi).

About silahturahim

Clerical nature shillah said that silaturahim is intimacy and compassion. When relationships silaturrahim allah to his servants is by bestow affection and mercy to his servants with favors or charity and with breast enlarges due obedient servant to him.

Silaturrahim wisdom is given sustenance and lengthen life as mentioned in the hadith rasullullah sallallaahu 'alaihi wasallam:

مَنْ َأحَبَّ َأ ْ ن يُبْسَ َ ط َلهُ فِي ِ رزْقِهِ، وَيُنْسََأ َلهُ فِي َأَثِرهِ، َفلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

"Anyone who loves his food and lengthen facilitated his age then let him connect kinship (silaturrahim)."
(Narrated by
muslim)

 The form of silahturahim
The simple is we spread peace  to our friend if we meet them

6 benefit of “silahturahim" is:

1. Dilated sustenance

2.Remembered for his kindness

3.Extended age

4.Khusnul khatimah

5.Love in the family

6.Key to heaven

Kisah Seorang Dokter dan Ayah Pasien

Seorang dokter sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi dikarenakan ada seorang pasien yang membutuhkan bantuannya.

Sang ayah dari pasien yang akan di operasi menghampirinya dan dengan gusar berkata "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apakah anda tidak tahu bahwa nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?"

Dokter itu tersenyum dan berkata, "Maaf, saya sedang tidak berada di rumah sakit, tapi secepatnya saya menuju kemari ketika pihak rumah sakit menghubungi saya"

Kemudian dokter tersebut bergegas menuju ke ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya dan berkata kepada ayah dari pasien tersebut "Syukurlah, anak anda sudah tertolong dan keadaannya sudah sangat stabil".

Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata lagi, "Suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan", setelah berkata dokter tersebut segera berlalu dengan tergesa-gesa.

Sang ayah berkata kepada suster, "Kenapa dokter itu angkuh sekali ? dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya !!!"

Sambil meneteskan air mata suster menjawab, "Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda sudah selamat dan ia bisa kembali berkabung".

Pesan: ...

Janganlah kita tergesa-gesa memberikan penilaian terhadap seseorang, tapi maklumilah bahwa setiap orang di sekeliling kita menyimpan cerita kehidupan yang mungkin tidak terbayang di benak kita.

Ada air mata di balik senyuman ..
Ada kasih sayang di balik setiap amarah ..
Ada PENGORBANAN di balik setiap ketidak pedulian ..
Ada harapan di balik setiap kesakitan ..
Ada kekecewaan di balik setiap derai tawa ..

Semoga kita semua bisa menjadi manusia dengan rasa toleransi yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dalam hidup ini. Ingatlah, kita bukannya satu-satu manusia dengan segudang masalah.

Tersenyumlah, karena senyum mampu membasuh setiap luka ..
Maafkanlah, karena maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit hati.

Semoga kisah Ini menjadi IKtibar dan pengajaran bagi kita semua. Aamiin.

Cara Mengganti Bahasa Facebook Menjadi 4L4Y

Bahasa 4L4Y memang sudah populer di kalangan remaja Indonesia. Salah satu cabang alay yaitu gaya bahasa, alay dalam bahasa merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. Nah yang akan dibahas disini adalah Bagaimana mengganti bahasa facebook menjadi bahasa alay.

Mau tau? Berikut caranya :
1. Buka pengaturan akun
2. Ganti bahasa dan pilih "Leet Speak", klik simpan perubahan


3.  Sudah selesai :)





Pesan Dibalik Hujan


Langit kian kelam menutupi cahaya bulan sabit. Beberapa saat kemudian hujan mulai mengguyur Kota Sidoarjo. Bangunan-bangunan yang tinggi kokoh mulai basah tersiram air hujan. Garis lurus pemotong bangunan-bangunan itu turut basah dan mesin-mesin berderu pun mulai enggan melewatinya. Suasana terasa sepi dan hening. Hanya suara petir yang menghiasi langit.

Di depan toko yang tak terpakai seorang gadis berambut hitam panjang tengah memeluk gadis kecil yang mengigil. Gemeltuk giginya kian kencang beriringan dengan hujan yang turun deras. Bersamaan dengan itu pemuda dengan tubuh jangkung ikut berteduh bersama mereka.


“ini aku ada selimut, kalian bisa memakainya.” Pemuda bermata coklat tersebut menyodorkan selimutnya kepadaku.

“terima kasih, tapi kakak lebih membutuhkannya daripada kami.” Aku meletakkan selimut ke pangkuan pemuda tersebut.

“tidak adik, kau dan adikmu lebih membutuhkannya, pakailah!” Kali ini dengan menebarkan selimutnya ke tubuh kami. Sedangkan ia hanya berselimutkan angin malam.

Suasana yang dingin dan hewan-hewan nakal yang selalu mencari masalah membuatku terbangun. Ini sungguh menyiksa. Batinku.

“seandainya mama tidak pergi pasti aku tak akan seperti ini.” Setetes air mulai meluncur dari wajah  perempuan berkulit coklat. Kulitnya yang dulu putih kini berubah akibat kejamnya sengatan matahari.

“aku benci papa! Aku benci papa! Aku benci papaaa!”

Suaraku yang kian keras membangunkan pemuda bertubuh jangkung tersebut.

“hey kau kenapa?”

“ah enggak.” Jawabku ketus sambil membuang muka.

“pasti kau sedang memendam sesuatu, ceritakan saja padaku mungkin aku bisa membantu.” Ucapnya seraya menatapku dengan tatapan yang begitu tajam

“sudahlah , abaikan!” aku mencoba untuk mengusap air mataku.

“jangan kau pendam masalah, itu malah akan membuatmu menderita.” Pemuda bermata coklat ini menatapku, tatapannya sungguh membuatku damai dan sejuk.

Aku tak tau mengapa dengan mudahnya aku menceritakan semua masalahku kepadanya tanpa berfikir panjang dia siapa, datang darimana, dan apa gunanya aku menceritakan masalahku kepadanya. Aku bahkan baru saja bertemu dengannya tadi sore tapi aku seperti tidak asing kepadanya.


Di tengah malam yang bertaburkan bintang kami saling menceritakan semua masalah kami. Berbagi pendapat tentang hidup yang kejam. Dan semuanya. Aku seperti telah diisi oleh baterai semangat dari Mas Dani. Sempat terlintas dibenakku bagaimana kalau Mas Dani pemuda berwajah tampan dan bertubuh jangkung ini menceritakan masalahku pada papa atau mungkin teman-temannya? Ah gak mungkin , dia kan gak kenal papa dan teman-temannya juga gak kenal aku.

Di akhir pembicaraan kami, Mas Dani meminta gelang merah yang aku kenakan.

“Buat apa Mas? Ini kan gelang perempuan Mas?”

“Buat kenang-kenangan kalau kita pernah bertemu.”

Aku memberikan gelang merah yang warnanya sudah nampak kusam dengan hiasan pita kecil disepanjang lekukan.

Hari semakin larut , aku memutuskan untuk melanjutkan tidur yang tertunda. Mas Dani memutuskan untuk tidak tidur, katanya sih masih belum ngantuk dan ingin merenung sejenak.


***


Matahari telah mengintip dibalik dedauan. Aku mencoba membuka mataku lebar-lebar tapi berat rasanya, sepertinya kelopak mataku enggan menyetujuinya.

Samar-samar, aku melihatnya berjalan, menjauh, dan semakin menjauh. Mungkin Ia pulang ke rumahnya. Mataku kembali menutup melanjutkan tidur nyenyakku semalam dengan selimut ini.

“Mbak Annis bangun, sudah siang.”

“Mbak masih ngantuk.” Gumamku

“Rani bawa makan loh buat Mbak.”

Mendengar kata makanan aku langsung bangun, jelas saja dari kemarin belum ada sesuap nasi pun yang masuk ke perutku.

“Mbak, tadi Mas Dani tanya banyak soal kita terus ngasih uang ke aku , katanya buat beli makan.”

“Mas Dani?” Lirihku

“iya Mbak, Mas Dani juga bilang katanya pengen ngobrol lebih banyak sama Mbak tapi Mbak keburu tidur duluan.”

Dengan senyum menghias pipinya, gadis kecil berumur 6 tahun itu dengan gamblangnya menceritakan tentang Mas Dani, mulai dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, sampai dengan menceritakan kisah hidupnya.


Aku tak habis pikir kenapa pemuda itu menceritakan masalah pribadinya kepada seorang gadis kecil. Bukankah tadi malam Ia telah menceritakan semua masalahnya padaku? Apa mungkin Ia tak memiliki teman untuk menumpahkan seluruh kesedihannya? Ah entahlah, mungkin Ia hanya mencari simpati kepada gelandangan seperti kami. Tapi mendengar cerita dari adikku, Rani, sepertinya ia memang kabur dari rumah karena terkekang oleh orang tuanya. Tetapi dia kan orang kaya. Dia punya segalanya. Ah dasar orang kaya tak bisa bersyukur. Ocehku.


***


"kenapa kamu bangun?” Pemuda berpawakan tinggi itu mendekat pada Rani

“Rani lapar, dari kemarin belum makan.”

“ini Mas ada roti buat kamu.” Ucap pemuda tersebut seraya memberikan roti kepada Rani

Dengan lahapnya Rani dan pemuda itu memakan roti dengan porsi jumbo yang dilapisi barisan cream susu diatasnya. Hidungnya yang bangir memaksa cream susu menempelkan dirinya pada wajah pemuda itu.

“ngomong-ngomong kenapa kamu dan kakakmu tidur disini?”

“kami nggak punya rumah, Rani sama Mbak Annis diusir papa.”

“kok bisa?”

“Rani juga nggak tau, pokoknya papa sering marah-marah terus nyuruh kita pergi.”

“lantas apa masalahnya kalian bisa diusir?” pemuda itu menatap lekat-lekat wajah gadis kecil ini.

“hmm.. pokoknya semenjak mama meninggal, papa sering bawa perempuan ke rumah, terus Mbak Annis sama papa bertengkar setiap hari, Rani sampe pusing.” Sambil melahap rotinya Ia menjelaskan kehidupannya dulu.

Mas Dani, seorang pemuda berwajah tampan terus melontarkan pertanyaan-pertanyaan pada Rani. Hingga pada akhirnya ia menceritakan kehidupan pribadinya. Ia kabur dari rumah karena terkekang oleh ayahnya yang selalu saja memaksanya untuk menjadi seorang musisi terkenal dengan selalu menyuruhnya mengikuti les musik klasik dan lain-lain hingga waktunya selalu habis untuk mengikuti les musik. Padahal Ia sangat mencintai dunia olahraganya. Tetapi sekarang sudah tidak ada waktu lagi untuk melakukan itu semua. Ayahnya selalu bilang bahwa itu adalah kegiatan yang tidak akan memberikan manfaat dan hanya bisa menguras tenaga serta menghabiskan waktu. Amarah ayahnya selalu meledak jika Ia melihatnya bermain basket. Dani tidak bisa meninggalkan ini semua, ini adalah kesukaannya. Oleh sebab itu Ia memutuskan untuk pergi dan mencari dunianya.

Melalui cahaya dari mata Annis Ia menemukan sebuah jendela yang akan mengantarnya untuk menuju kesuksesan dan menunjukkan pada papanya bahwa Ia bisa dan ini adalah jalan hidupnya. Seorang gadis yang baru Ia kenal  beberapa jam lalu telah mengobarkan semangatnya. Dani sempat beberapa kali berfikir gadis yang baru berusia 16 tahun dengan lantang memberikan motivasi kepadanya yang telah berumur 20 tahun. Bukan hanya itu gadis berparas cantik ini telah meluluhkan hati seorang pemuda yang selama ini tidak mengenal cinta. Meskipun tubuhnya telah tergores debu jalanan tapi pribadinya yang luhur ibarat air suci menyiram batinnya.

Lama Dani dan Rani berbicara, Dani memberikan 2 lembar uang seratus ribu rupiah kepada Rani, alasannya untuk membeli makan. Lalu pemuda ini pergi meninggalkan Rani dan Annis.


*5 tahun kemudian*


Terik matahari semakin menyengat tubuhku. Kerudung putihku semakin lecek akibat keringat yang mengucur deras. Padahal beberapa waktu yang lalu aku harus berdesakan dengan sekelompok orang di Pasar dan sekarang aku harus berjalan menuju parkiran mobil dengan jarak yang cukup jauh. Ini semua dikarenakan parkiran mobil di pasar sedang direnovasi.

Meskipun aku telah menjadi orang yang bisa dibilang mampu tapi entah mengapa aku lebih suka membeli kebutuhan di Pasar. Mungkin ini terbiasa sejak aku hidup miskin. Dengan usaha rumah makanku sekarang kehidupanku sudah membaik walaupun tidak seperti bersama mama dan papa dulu yang selalu hidup mewah.

Belum sempat aku sampai di parkiran mobil, tiba-tiba langit kian kelabu. Tak lama kemudian hujan mulai mengguyur kota ini. Kota yang telah membesarkanku dan menjadikanku seorang yang mandiri. Aku merasakan ada yang berbeda dibalik tetesan hujan kali ini. Sepertinya tetesan hujan kali ini mengirimkan sebuah pesan untukku. Entah apa itu, aku tak bisa membacanya.

Akhirnya hujan telah berhenti. Sekarang aku harus cepat-cepat pulang. Dengan berjalan aku segera membasuh wajahku dan merapikan kerudung yang kini telah basah tersiram air hujan bersama baju merah mudaku. Tapi tiba-tiba...

BRUUUUKK!

Ah sayuranku jatuh semua! Siapa sih yang menabrakku?. Keluhku dalam hati.

“hmm.. maaf ya Mbak saya tidak sengaja.”

“i..iya tidak apa-apa..” aku menatap wajahnya, dan aku seperti mengenalinya

Laki-laki tersebut diam dan hanya menatap Annis lekat-lekat.

“eh tunggu..” laki-laki bertubuh kekar dengan memakai pakaian seperti seorang bos ini memberhentikanku

“ada apa lagi pak?” aku terus menundukkan wajahku dan hanya melihatnya sekilas saja, tak berani rasanya jika menatap laki-laki yang belum aku kenal

“kamu Annis ya? Annisa?” Tanyanya menyelidik

“iya.” Jawabku singkat

“hey ini aku Dani, masih ingat sama aku? Kita pernah bertemu 5 tahun yang lalu. Dan masih ingatkah ketika kamu menumbuhkan semangatku 5 tahun yang lalu? Kau yang membuatku seperti ini.” Laki-laki ini terus berbicara dan aku tak mengerti apa yang Ia bicarakan. Sungguh aku tidak tahu aku lupa. Berkali-kali Ia mengulangi kata-katanya tapi aku hanya diam. Sempat aku menatap wajahnya, memang tidak asing tapi dia siapa? Aku kembali menundukkan wajahku. Hingga pada akhirnya Ia menunjukkan sebuah gelang berwarna merah dengan beberapa pita kecil yang masih menghiasinya. Seketika itu juga ingatanku kembali. Gelang itu memang pernah kuberikan pada Mas Dani. Ia yang memintanya katanya sebagai penanda bahwa kita juga pernah bertemu.

“Mas Dani? Mas Dani sekarang tampak gagah sekali.” Secercah senyum menghiasi wajahku. Sungguh bahagianya diriku dapat bertemu Mas Dani kembali.

“Kau nampak cantik sekali Annisa, Kau semakin cantik dengan kerudung yang sekarang menjadi mahkotamu.”


Setelah pertemuan tersebut Mas Dani memutuskan untuk pergi ke rumah. Dia juga bilang ingin ngobrol banyak sekali. Ia menceritakan banyak hal kepadaku, mulai dari awal karirnya sebagai penjual makanan kecil, ikut klub basket, sampai menjadi sukses seperti ini. Aku juga menceritakan banyak hal kepadanya mulai dari hubunganku dengan papa yang kini baik dan semuanya. Kerinduan kami telah tertumpahkan. Sejak saat itulah hubunganku dengan Mas Dani semakin dekat.

Mas Dani sekarang telah menjadi laki-laki yang hebat. Dia telah menjadi pengusaha muda. Dia memiliki segudang arena olahraga. Aku turut bahagia mendengarnya. Cita-citanya sekarang terkabul bahkan papanya sekarang telah bangga kepadanya. Akhirnya pesan dibalik hujan telah tersampaikan.

Hidup ini begitu indah. Memang semuanya harus berawal dengan kepahitan dan kekejaman tapi dibalik itu semua ada sebuah mozaik hidup kita yang harus kita ketemukan. Untuk menemukannya, kita harus berusaha menggapai mozaik itu. Mozaik kehidupan itu adalah kesuksesan.


***THE END***


Karya : Dahlia Sylviana P